Search This Blog

logo socmed

Facebook  Twitter  Google+  Instagram  Youtube

Friday, May 27, 2016

BNI Tapenas - Review

Sejak menjadi nasabah BNI per Juli 2015 lalu, saya sangat sering ditawari untuk membuka berbagai pilihan produk BNI yang bermacam-macam. Mulai dari deposito, kartu kredit, asuransi hingga tabungan pensiun. Tapi ada satu produk yang menarik perhatian saya yaitu BNI Tapenas.




BNI Tapenas adalah Tabungan Perencanaan Masa Depan, mekanismenya mirip seperti tabungan berjangka yang sedikit memaksa saya untuk dapat menabung. Karena tabungan ini akan mendebet otomatis dana yang ada ditabungan Taplus sebagai rekeninh utama setelah disetujui oleh nasabah. Jadi, bagi nasabah yang ingin menabung dengan teratur dan terjadwal dapat menggunakan fasilitas BNI Tapenas ini. Bunga yang ditawarkan sebesar 4% pertahun, lebih besar dari rekening Taplus 0.90% pertahun.

Syarat membuka rekening Tapenas adalah, sudah memiliki rekening Taplus BNI dan mengisi formulir yang sudah disiapkan oleh BNI dan tentu saja siapkan materai Rp. 6000. Mengapa harus memiliki rekening Taplus? Karena dari rekening Taplus lah dana akan didebet secara otomatis. Jadi nasabah tidak perlu repot-repot untuk setor via Teller atau dari ATM. Cukup sediakan dana minimal sejumlah nilai setoran nasabah di rekening BNI Taplus sebelum tanggal 5 ditiap bulannya, maka dana tersebut akan otomatis masuk ke rekening Tapenas. Rekening Tapenas ini juga memiliki buku tabungan yang dapat dicetak, sehingga nasabah dapat memantau aliran dana yang sudah tersetor.


Nasabah pun dapat memilih jangka waktu sesuai dengan kebutuhan, minimal 2 tahun dan maksimal 18 tahun, dan dapat menambah jangka waktu apabila sudah mendekati jatuh tempo tetapi masih ingin melanjutkan menabung di rekening Tapenasnya. Apabila tidak ingin melanjutkan, maka dana yang sudah terakumulasi itu akan ditransfer otomatis ke rekening Taplus nasabah dan bebas digunakan sesuai kebutuhan awal.

Dana yang akan disetorkan pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan, dimulai dari Rp. 100.000 perbulan hingga Rp. 5.000.000 perbulan dengan kelipatan Rp. 50.000. Apabila ditengah jalan nasabah ingin menambah setoran dana misalnya dari Rp. 100.000 ke Rp. 150.000 perbulan, tentu saja bisa! Tapi kalau dikurangi nggak bisa ya :D Dana yang sudah disetorkan, tidak dapat ditarik sebelum waktu jatuh tempo (atau mendapatkan penalty sebesar 1% dari total saldo). Rekening Tapenas juga bebas menambah dana diluar dana setoran tiap bulan, dengan menyetor langsung melalui Teller ke rekening Tapenas nasabah (dana tambahan ini bebas ditarik maksimal 1x pertahun). Diharapkan dana selalu terjaga ditabungan Taplus agar tidak terjadi gagal debet. Apabila terjadi gagal debet selama tiga kali berturut-turut, maka rekening Tapenas akan ditutup otomatis oleh sistem dan dana yang sudah terakumulasi pun akan ditransfer otomatis ke rekening Taplus (rekening utama) nasabah dengan konsekuensi penalty.

Manfaat membuka rekening Tapenas ini, tentu saja agar dana dimasa depan dapat direncanakan. Misalnya untuk biaya pendidikan anak, biaya traveling, atau untuk meningkatkan kedisiplinan dalam menabung. Bagi saya sendiri agar tabungan saya lebih banyak daripada kegiatan hedonism yang tak tentu arah.


Saya mulai membuka Tapenas mulai dari bulan Oktober 2015 dengan limit minimal, hanya Rp. 100.000 perbulan dengan jangka waktu minimal pula, selama 2 tahun. Jadi dari sisa-sisa pendapatan masih saya sisihkan Rp. 100.000 untuk menabung secara teratur dan terjadwal. Hingga akhirnya dibulan April 2016 saya menaikkan jumlah setoran menjadi Rp. xxx.xxx karena ternyata Rp. 100.000 tidak cukup membuat kegiatan makan-makan diluar rumah saya menjadi berkurang :|




---
Cara mendaftar BNI Tapenas

  • Siapkan KTP dan NPWP, serta untuk jaga-jaga siapkan juga Kartu Keluarga yang asli.
  • Jika sudah memiliki Taplus, bawa juga buku tabungannya.
  • Siapkan Materai Rp.6.000. Atau jika terlupa pun dari Bank BNI juga menyiapkan materai, nasabah tinggal bayar biayanya saja.
  • Datang ke kantor pusat atau kantor cabang BNI terdekat dari  rumah, nanti akan disapa oleh security yang akan menanyakan ada keperluan apa. Katakan saja, mau membuka rekening Tapenas (jika sudah ada rekening Taplus) atau akan membuka rekening Taplus (jika belum memiliki Taplus).
  • Nanti akan diarahkan ke CS. Kalau tidak mau menunggu lama sebaiknya datang pagi-pagi sekitar jam 8, masih sepi ~
  • Setelah bertemu CS dan mengatakan maksud dan tujuan, nanti akan diarahkan untuk mengisi formulir yang berisi ; data diri, jangka waktu dan saldo yang akan didebet serta rekening Taplus yang akan didebet otomatis.
  • Pembukaan rekening dengan saldo awal Rp. 100.000. CS akan bertanya apakah akan menyetor dana tunai atau dipindah bukukan dari rekening Taplus. Saat itu saya memilih memindahbukukan karena tidak membawa uang cash :|
  • Jika sudah selesai, CS akan mengarahkan nasabah ke Teller untuk menyetor saldo awal sebesar Rp. 100.000, dan taraa, rekening Tapenas dan buku tabungannya sudah dimiliki, dan mulai tanggal 5 setiap bulan akan didebet otomatis :)



Sejak memiliki rekening Tapenas, saya jadi tidak perlu repot memikirkan harus setor tunai ke bank atau transfer dana ke rekening lain yang tanpa ATM untuk menabung. Cukup menjaga dana di tabungan Taplus dan setiap tanggal 5 dana tersebut sudah berpindah ke rekening Tapenas. Saya anggap uang ilang :D Waktu juga sangat tidak terasa, sudah hampir 9 bulan sejak saya menabung pertama kali. Kegiatan menabung menjadi sangat menyenangkan dan terjadwal. Dan saya juga agak sureprise dana yang biasanya saya gunakan untuk kegiatan menyenangkan diri tiap bulannya, bisa terakumulasi sebanyak itu jika memang ditabung secara teratur.

Biaya-biaya
  • Biaya administrasi Rp. 18.000/tahun
  • Saldo awal Rp. 100.000
  • Biaya gagal autodebet Rp. 0
  • Biaya penutupan rekening Rp. 0
  • Biaya penutupan rekening sebelum jatuh tempo : 1% dari saldo akhir, minimal Rp. 100.000
  • Pajak bunga 20% dari bunga yang dibayarkan

Wednesday, May 18, 2016

Tentang Me Time - Waktu untuk sendiri

Me time. Saya sering banget dengar kalimat itu belakangan ini, baik di timeline social media maupun dikehidupan nyata. Dan saya mengartikan me time sebagai waktu untuk diri sendiri, dimana saya tidak terikat janji dan waktu dengan orang lain. Artinya me time bagi saya, saya bebas melakukan apapun untuk memanjakan diri sendiri, dan hanya sendirian.

Saya sering melakukan me time, biasanya bila keadaan mood saya sedang tidak baik. Saya membutuhkan sesuatu sebagai mood booster alias pelipur lara, dan biasanya saya suka lari ke Mall. Jalan sendirian mengitari setiap sudut mall, keluar masuk toko di mall dan tidak membeli suatu apapun, hingga badan terasa letih lalu nongkrong di cafe memesan ice cream ataupun green tea latte , atau kalau sudah lapar saya pasti mampir untuk nyicipin Sushi, kuliner Jepang favorite saya.

Lain lagi ceritanya jika saya sedang bete, tapi badanpun malas untuk bergerak. Maka me time saya bisa hanya seharian nonton televisi, menghabiskan quota data internet untuk stalking seluruh akun sosial mantan pacar, mantan gebetan, pacarnya mantan, dan pacarnya mantan gebetan. Jika mata sudah lelah maka saya akan tertidur sepanjang hari, apalagi jika itu dihari Minggu.

Atau jika saya sudah merasa sangat kucel, badan dekil karena daki yang menempel dan wajah berkomedo karena polusi, maka me time saya pun berubah menjadi sesi spa dirumah. Membeli kebutuhan spa dan melakukannya dirumah itu lebih ekonomis daripada menyerahkan diri untuk dirawat therapis disalon kecantikan. Hingga tidak terasa waktu seharianpun berlalu dan tubuh sudah kinclong kembali.

Pun jika saya sedang capek setelah menyelesaikan orderan Nasi Tumpeng sekian porsi dan harus bangun jam 3 pagi agar selesai jam 7 pagi, biasanya saya langsung lari ke Mall lagi, dan kali ini memberi reward kepada diri sendiri. Tas baru, atau baju baru, atau make up baru, sebagai pengganti lelah mata panda dan kantung yang menggantung di kedua mata saya, lalu kemudian menyesal sudah berbelanja karena lapar mata.

Begitulah me time saya, bagaimana dengan me time kamu ?




Thursday, May 12, 2016

Sop Durian Kuliner Khas Medan

Siapa yang tidak mengenal Durian Medan, atau orang lebih sering menyebutnya Duren Medan. Bukan duda keren atau Diskusi Ringan Anak Medan loh ya. Bagi sebagian orang, durian dari Medan merupakan nikmat Tuhan yang tidak bisa didustakan. Mereka bisa berjongkok hingga terduduk dilantai demi membelah dan menikmati buah yang kulitnya berduri cukup tajam ini.  Bahkan artis - tokoh penting atau siapa saja yang sedang berwisata ke Medan pun pasti akan disuguhkan kenikmatan buah Durian. Walaupun bagi sebagian lagi tidak menyukainya bahkan hanya mencium aromanya saja sudah membuat kepala pusing.

Durian Medan yang terkenal dengan aromanya yang harum pun tak hanya dinikmati bulat-bulat. Begitu banyak olahan yang terbuat dari buah Durian ini, sebut saja Pancake Durian yang dipopulerkan oleh salah satu resto sari laut di Medan. Bolu Durian, Ice Cream Durian, Dodol Durian hingga Sop Durian yang telah menjadi kuliner khas Medan.

Berbicara tentang sop durian, saya sangat menggemari kuliner khas Medan yang satu ini. Saya memang penggemar buah durian asalkan tidak lebih dari 10 butir karena pasti membuat kolesterol saya naik (iya saya merasa sangat tua ketika tahu saya kolesterolan). Untuk meminimalisir kolesterol saya naik, saya lebih suka memakan buah Durian yang sudah diolah sedemikian rupa hingga tidak terlalu keras. Biasanya saya sering membeli Sop Durian di dekat kantor saya daerah Helvetia, tapi sekarang sudah tutup, sayang sekali.  Karena langganan saya sudah tutup saya sering membeli random seperti di depan Universitas Sumatera Utara, di Jalan T. Amir Hamzah, dll. Tapi masih belum sesuai ekspektasi saya dari segi rasa. Hingga akhirnya saya menemukan Sop Durian Maidanii.

Kuliner khas Medan berbahan dasar Durian dari Maidanii yang bertempat di Jalan HM. Yamin No, 121 ini memiliki rasa yang ; segar, manis yang pas, tidak sakit di tenggorokan akibat sari gula, dan duriannya terasa banget. Bahan-bahan yang fresh ; daging Durian tanpa biji yang melimpah, Nangka, Strawberry, Daging Kelapa Muda, Nata de Coco, dan Agar-agar serta parutan keju Cheddar semakin membuat rasanya sangat cocok dinikmati disiang hari yang terik dan cemilan sore hari. Walaupun banyak topping dari Sop Durian ini, tetap saja aroma dan buah Durian lebih dominan ;)

---
Untungnya, sop durian dari Maidanii ini bisa di akses melalui Go Food by Gojek. Hingga suatu malam saya sangat ngidam Sop Durian (bukan karena sedang hamil, saya memang suka ngidam malam-malam) dan tidak ada yang mau mengantarkan saya ke Jl. HM Yamin No. 121, akhirnya saya memesan satu porsi Sop Durian Maidanii via Go Food. Praktis, hanya tinggal tunggu dirumah dan Sop Durian Kuliner Khas Medan sudah nongol depan wajah saya. Hahahah :D








Cintailah produk-produk Indonesia..