Search This Blog

logo socmed

Facebook  Twitter  Google+  Instagram  Youtube

Monday, February 29, 2016

Pengajuan Kredit Tanpa Agunan BNI Fleksi


Kredit tanpa agunan mungkin akan sangat membantu bagi siapapun yang membutuhkan dana segar yang bebas digunakan untuk segala pemanfaatan tanpa harus menjaminkan surat berharga atau jaminan apapun. Di BNI, terdapat fasilitas kredit tanpa agunan tersebut yaitu BNI Fleksi.

Fasilitas kredit yang ditawarkan BNI Fleksi mulai Rp.5.000.000 hingga Rp. 50.000.000 (Bagi bukan karyawan yang menggunakan payroll BNI) dan Rp. 350.000.000 (Bagi karyawan yang payrollnya menggunakan BNI atau bagi pengusaha/wiraswatawan). 

Syarat cukup mudah bagi calon kreditur dengan menggunakan payroll dari BNI, yaitu;
1. Gaji minimal Rp. 2.500.000/bulan
2. Memiliki KTP dan NPWP (dibuktikan dengan Copy)
3. Copy buku rekening BNI yang aktif sebagai tempat penerimaan gaji
4. Copy Kartu Keluarga
5. Surat keterangan kerja (copy)
6. Slip Gaji 1 bulan terakhir (Asli)
7. Pasphoto 4x6 berwarna terbaru
8. Mengisi formulir yang disediakan pihak BNI.

---

Berkas tersebut diserahkan ke sales marketing BNI yang membantu mengajukan kredit tanpa agunan BNI Fleksi, lalu ditunggu sektar 7-14 hari kerja dan pihak analyst BNI akan melakukan survey via telepon ke atasan kantor / HR Manager tempat anda bekerja.  Jika data yang disebutkkan oleh atasan anda / HR Manager sesuai dengan berkas yang anda ajukan sebelumnya, maka tim analyst BNI akan melakukan analisa-analisa apakah anda dapat memiliki kesempatan menggunakan dana segar dari BNI Fleksi.

Tak perlu menunggu waktu terlalu lama, sekitar 3-14 hari kerja anda akan kembali dihubungi oleh sales marketing yang kemarin membantu anda dalam mengajukan kredit tanpa agunan BNI Fleksi. 

Jika pengajuan anda diterima, maka anda akan diarahkan menuju kantor BNI pusat dikota anda untuk melakukan akad kredit. Ada sekira 10 lembar materai Rp.6000 yang perlu anda siapkan sebelumnya. Akad kredit hanya menandatangani perjanjian-perjanjian yang harus anda sepakati. Baca baik-baik surat perjanjian tersebut, dan jika ada yang kurang paham dapat anda tanyakan saat itu juga.

Isi dari perjanjian tersebut antara lain:
1. Jumlah kredit yang anda ajukan beserta bunga yang dibebankan
2. Tidak dapat memindahklan payroll penggajian ke bank lain
3. Kredit jatuh tempo setiap akhir bulan pada hari terakhir dibulan tersebut dan akan didebet otomatis dari rekening Taplus anda.
4. Jika ingin melunasi kredit sebelum waktu jatuh tempo, akan dikenakan penalty sesuai dengan kebijakan Bank
5. Akan ada dana yang diblokir di rekening anda sebanyak 1 kali angsuran, untuk mewaspadai jika tidak ada dana di rekening anda pada tanggal jatuh tempo, sehingga tidak dikenakan denda administrasi. Dana yang diblokir akan dikembalikan ke rekening Taplus anda jika masa kredit telah berakhir dan anda sudah dinyatakan bebas kredit.
6. Jika tidak ada dana sama sekali termasuk dana yang diblokir, maka anda akan dikenakan denda administrasi perharinya sampai ada dana di rekening taplus anda sesuai dengan kebijakan Bank.
7. Dll (Silahkan baca sendiri hehehe)

Setelah menandatangani seluruh isi akad kredit, dana yang telah disetujui tersebut akan masuk ke rekening taplus BNI anda paling lambat esok harinya, dan dana tersebut bebas digunakan untuk keperluan apapun, tidak terbatas harus membeli properti atau kendaraan, misalnya.

Jika anda menandatangani akad kredit sebelum tanggal 15 dibulan tersebut, maka diakhir bulan anda sudah harus membayar angsuran pertama dari kredit anda. Jika akad kredit dilakukan pada tanggal 16-31 di bulan tersebut maka angsuran pertama anda akan didebet pada hari terakhir dibulan depannya.





Friday, February 26, 2016

13 Tipe Blogger


Sering blogwalking walaupun jadi silent reader membuat saya berpikir ternyata bloggers itu banyak jenis dan macamnya. Entah itu blogger dengan tema yang sama maupun tidak. Berikut ini hasil analisis saya tentang blogger dari hasil blogwalking :D




1. Blogger Manis.
Blogger ini biasanya menggunakan bahasa yang cute, wanita banget deh pokoknya. Selalu menyebut pembacanya dengan nama-nama yang manis dan enak dibaca. Contohnya : Lovely readers, My sunshine dll. Dan blogger tipe ini selalu membalas komentar dari pembacanya, bahkan tak jarang untuk mengunjungi balik blog pembacanya. :)

2. Blogger Sor Sendiri
Blogger tipe ini, biasanya blogger yang sudah banyak followernya. Jadi dia akan menuliskan hal-hal yang lebih spesifik, misal review gadget atau beauty, culinary, traveling, parenting atau apapun itu, tapi tak pernah membalas komentar dari pembacanya, baik itu yang basa-basi, pertanyaan serius tentang isi tulisannya ataupun sekedar komentar "nice post". Jadi blogger tipe ini akan senang dengan komentar yang masuk, tapi enggan membalas karena mungkin merasa sibuk (atau sok sibuk) dengan tulisan lainnya yang akan segera tayang.

3. Blogger Judgmental
Blogger tipe ini, tulisannya tentang betapa dia nggak setuju / nggak sepaham dengan isu-isu yang tengah viral dimasyarakat. Jadi apapun itu dia selalu nyinyirin isu-isu tersebut dengan kalimat-kalimat yang biasanya to the point, cadas dan langsung kena sasaran. Biasanya juga para pembaca setuju-setuju aja dengan point yang dia sampaikan. Tapi ya namanya juga hidup ya, ada pro dan kontra. Selama kita masih hidup didunia nggak bisa juga sih mempertahankan pendapat sendiri. Apalagi kalo pembacanya ada yang nggak setuju dengan pendapatnya, bisa terjadi perang komentar hehehe..

4. Blogger Kosong
Blogger ini ngakunya aja blogger tapi nggak ada satupun postingan sejak dahulu kala :'(

5. Blogger Curhat
Nah, blogger ini biasanya hanya menuliskan hal-hal yang terjadi dihidupnya. Masa sekolah, pacaran, putus, balikan, putus lagi, tunangan, menikah hingga punya anak pun lengkap dituangkan dalam blognya berserta foto-foto sebagai pendukungnya. Sehingga pembaca yang tak mengenal secara pribadi pun dapat mengintip bagaimana kehidupan si blogger hanya dengan membaca kisahnya.

6. Blogger Review
Blogger tipe ini suka menulis dan berbagi tentang review suatu produk baik yang memang digunakan pribadi maupun produk endorsement. Biasanya pengunjung dari blogger review bisa sampai ratusan hingga ribuan view dalam sehari, karena memang tulisan mereka bermanfaat bagi pengunjung yang membutuhkan. :)

7. Blogger Musiman
Blogger ini memang hanya menulis jika ada 'sesuatunya', misalnya ada kuis, lomba menulis ataupun giveaway. Jadi isi blognya hanya tulisan-tulisan random, alias tulisan yang diikutsertakan dalam syarat lomba.

8. Blogger Tutorial
Blogger ini biasanya menulis dengan hati. Karena untuk menuliskan tutorial, baik itu gadget, resep, kecantikan, blogging, atau apapun selalu total dan penuh penjelasan. Blogger type ini akan selalu membalas komentar yang masuk, apalagi jika ada yang kurang paham tentang tutorial yang dia tuliskan, dia akan senang hati menjawabnya. 

9. Blogger Copy Paste
Keuntungan dalam copy paste adalah si blogger ini tak perlu capek-capek menuangkan idenya kedalam sebuah tulisan, tapi pengunjung dan page view nya terus meningkat dari hari ke hari. Keuntungan yang dicari biasanya dari materi. Karena semakin banyak pengunjung maka Google Addsense pun akan mengijinkan blognya untuk dipasangi iklan. Dalam sekejap saja dia bisa meraih keuntungan materi, hanya dengan copy paste. 

10. Blogger Komersil
Blogger ini nih yang diidam-idamkan oleh para blogger. Komersil disini maksudnya, dengan tulisan di blognya, si blogger mendapatkan keuntungan materi yang lumayan dan jangka panjang. Misalnya menjadi guest blogger di majalah, menjadi pembicara dalam seminar, menjadi brand ambasador, bahkan menjadi penulis buku. Biasanya untuk menjadi blogger seperti ini harus konsisten menulis dan atmosfer tulisannya berbeda dengan blogger kebanyakan. Dan biasanya juga sang blogger tak perlu repot-repot meminta "sponsor" karena sang sponsor akan datang sendiri jika memang melihat tulisannya yang ciamik. Tul gak? :D


11. Blogger Pantang tak Top
Blogger ini sih, nggak copy paste seluruh isi dari blog orang lain, tapi copy ide dari sebuah tulisan orang lain, lalu mengembangkannya dengan bahasa dia sendiri. Ya masih wajarlah ya, namanya juga inspirasi bisa datang dari mana saja. Setuju ?


12. Fancy Blogger
Blogger ini yang mencolok bukan tulisannya, tapi widget - html - dan code-code yang terpasang dalam blognya, selain penuh dengan gambar-gambar yang kedap-kedip, animasi kursor untuk mouse juga dalam berbagai bentuk, dari bintang, pelangi, hingga butiran salju yang turun dari kahyangan.

13. Blogger Motivasi
Blogger ini isi tulisannya lebih concern ke tips dan motivasi kehidupan, bagaimana agar nggak galau, misalnya. Atau cara minta balikan dengan mantan karena jomblo terus sejak putus. Isi tulisannya akan menjadi orang yang netral dan tidak berat sebelah, sekalipun ngomogin tentang mertua vs menantu.



--------------------

Lalu, saya sendiri blogger tipe apa?






Wednesday, February 24, 2016

Cafe Asik di Medan Untuk Dimiliki


Yeay! Ada produk baru dari BlogM alias komunitas Blogger Medan yang baru saja berulang tahun ke satu tahun. Maaf sebesar-besarnya saya nggak bisa hadir baik sebagai member maupun sebagai panitia untuk membantu proses kelancaran perayaan ulang tahun ke satu tanggal 14 Februari yang lalu. 

Produk baru tersebut adalah, BlogM Kroyokan.

Apa itu ? :D

Maksudnya sih para member BlogM yang kece-kece dapat menuliskan hasil pemikirannya yang pasti berbeda-beda, dalam satu tema blogpost yang sama. Sebagai blogger yang pemalas, alias susah menunangkan ide dikepala, saya sangat bersemangat untuk ikut nulis. Malu kan mengaku sebagai blogger tapi isi blognya kosong melompong :'(

Nah tema tulisan untuk kali ini yaitu ; Café Asik di Medan


Sependek pemahaman saya tentang café di Medan, banyak banget café yang bisa masuk katogori asik. Coba aja tengok ke jalan dr. Mansyur, atau jalan Sisingamangaraja, atau di setiap Mall dikota ini, dalam jangka waktu beberapa bulan aja bisa lahir café baru yang menyajikan atmosfer yang berbeda-beda.

Kategori 'asik'nya dari mana? Mungkin asik karena ada Live Band setiap weekend, atau menu dengan nama, platting dan harga yang beragam, maybe yang bisa nongkrong lama walaupun cuma pesan segelas Milkshake Strawberry atau Mocca Latte ditemani dengan fasilitas wifi yang super ngebut, bisa jadi juga karena suasana yang homey sehingga pengunjung bisa sedikit melepas lelah setelah seharian bekerja, misalnya. Mungkin seperti itu ya. Tergantung paradigma dari masing-masing orang yang mendefenisikan "café asik" itu sendiri.

Nah, kalau saya ditanya kriteria Asik untuk sebuah café, bagi saya sendiri sih, café yang asik itu ya café milik sendiri (Aamiin)

Saya pingin banget punya café yang menu nya nggak specific dengan satu tema.. Alias menu yang bervariasi dari segala daerah maupun negara.
Contohnya nih, Menu Pasta dari Italy, Burger dari Jerman (barusan googling sih ini), Sushi dari Jepang, Juice Tomat, Nasi Goreng Kampung, Ice Tea Longan, Mie Ayam Bakso yang semua itu adalah makanan kecintaan saya. Istimewanya, harga tiap menu di press habis-habisan tapi tetap dengan rasa dan kualitas terjaga.


Gimana bisa ?
Ya bisa aja, kalau nggak ambil untung banyak-banyak. Yang penting kan café nya rame terus, pengunjung berubah jadi pelanggan. 

Jadi pengunjung bukan sekedar nyicip - foto dan upload ke social media dengan hashtag kulinermedan - pulang, - lalu nggak balik lgi sampai bulan-bulan kedepan karena harganya nguras kantong mahasiswa.

Yang terpenting, harus enak dan bersih!
Karena lidah nggak bisa bohong kan. apalagi dalam bidang usaha kuliner, yang ditekankan adalah kualitas rasa dari makanan dan minuman yang disajikan. Nggak banget kan kalau ada pengunjung yang  bilang, "nggak usah makan di café itu deh, udah mahal eh nasi gorengnya keras kayak batu, lantainya pun becek kayak pajak sore"

Lalu, penting juga konsep design interior dan exterior yang sedap dipandang, tapi tak harus kekinian karena tentu mudah membosankan..

Sekarang ini lagi sering banget saya lihat teman-teman yang setelah nongkrong di café tak hanya memotret makanannya dari berbagai angle saja, tapi juga memotret dirinya sendiri atau minta tolong temannya untuk fotoin ala-ala OOTD (outfit of the day) dengan backdrop atau lighting yang keren disatu sisi café dan lalu di share ke media sosialnya dengan #ootd. Konsep seperti photo booth ini juga  menjadi teknik marketing dan dapat menarik pengunjung baru ya... Pasti makin rame deh..



Dan akan menjadi nilai plus, kalau ada pembeda antara ruangan untuk merokok. Serta pemilihan tempat duduk menjadi hak veto si pengunjung. Diarahkan oleh pelayan boleh-boleh saja, tapi tetap pengunjung yang memilih mau duduk disisi mana. Karena saya sering kesal, dengan café yang kalau saya mau duduknya didekat jendela, misalnya, tapi diarahin dan dipaksa duduk berdempetan dengan pengunjung lain yang hanya selisih setengah meter.

Ditunjang lagi dengan letak café yang strategis. 

Karena menjangkau semua kalangan, nggak harus yang memiliki kendaraan donk yang nongkrong di café, sudah pasti adek-adek SMA dan mahasiswa yang biasanya pada naik angkutan umum pun bisa dengan mudah sampai dilokasi café yang letaknya strategis. Karena udah capek diangkutan umum, pesan makanannya yang banyak  dan minuman yang segar donk ya, laper dan haus kan pasti xixixixi :p

Juga lahan parkir harus dipertimbangkan. Ada café yang bikin macet jalanan kalau jam makan siang karena mobil berjubel parkir dipinggir jalan karena tak memiliki lahan parkir yang cukup luas menampung kendaraan pengunjung.

Pelayan pun harus ramah, nggak jutek, paham dan mengerti product-knowledge yang mereka jual.

Kalau pelayan ditanya, "Kak, menu ini (sambil nunjuk gambar yang bikin ngiler dibuku menu) apa ya?" Dan pelayannya nggak bisa jawab karena ketidak tahuannya itu zonk banget.

Apalagi kalau pelayan kurang cekatan melayani permintaan pengunjung, semisal minta tambahan es batu, atau minta tisu yang sudah habis di meja, atau tambahan kerupuk untuk mie sop tapi nggak nongol dengan cepat.

Ada lagi, pengalaman pribadi nih, saya pesan menu A, dan dicatat oleh pelayan café tersebut. Nggak lama pelayan lain datang dan bilang kalau menu A yang saya pesan lagi habis. Ok, saya maklum dan pesan menu B dan dicatat, eh ternyata habis juga. Lalu saya pesan menu C dengan sedikit jengkel. Nggak berapa lama, menu A dan B yang saya pesan muncul keduanya dihadapan saya. Aneh donk ?? Benar-benar akan menjadi pelajaran bagi management cafe untuk memberikan training tentang standard operational procedure sehingga miss comunication antara bagian dapur dan bagian frontliner nggak kacau..

Belum lagi, ketika saya masih belum selesai makan karena menu yang kita pesan baru aja keluar, situasi café sedang crowded dengan jumlah antrian yang cukup panjang, eh malah pelayan bereng-berengin saya (ngeliatin saya terus dengan tatapan sinis gitu) dengan maksud "Cepetan donk makannya, lagi rame nih. Lu makan kok lama bener". Males banget kan.. 

Asiknya lagi café itu bisa jadi tempat tongkrongan bersama keluarga. 

Jadi menurut saya, café yang asik di Medan itu, café yang nantinya saya kelola dengan senang hati, yang memiliki pelanggan yang setia, yang nggak bikin kantong jebol, yang selalu mempunyai inovasi baru, memotivasi para karyawan untuk bekerja dengan semangat, dan yang pasti bukan hanya mimpi disiang bolong, hehehe...