Search This Blog

logo socmed

Facebook  Twitter  Google+  Instagram  Youtube

Wednesday, July 22, 2015

Yakin tak pernah menggunakan barang palsu ?

Saya sedikit tertegun ketika blogwalking. Teman saya menuliskan betapa dia membenci produk palsu (make-up) dan para seller produk abal-abal tersebut. Mengutuk sekutuk-kutuknya para seller dan para produsen produk dengan merek terkenal yang dipalsukan, dan membully para konsumen yang mungkin tidak paham atau memang bandel.  Dengan dalih berbahaya bagi kesehatan dan melanggar hak cipta. Baiklah, itu semua benar adanya. Memalsukan barang yang sudah memiliki nama besar memang akan menguntungkan bagi produsen dan seller. Biasanya para gadis dan emak-emak yang "kurang dana" atau "tidak teliti" atau bahkan "tidak mau tau" yang menjadi target konsumen mereka. Saya setuju, say no to fake product.

Tapi, fake product bukan hanya ada di peralatan make-up. Shampo, perfume, tas, sepatu, jam tangan, baterai jam, casing ponsel, tongsis, ikat pinggang, dompet, bahkan celana dalam yang merupakan barang keperluan sehari-hari pun dipalsukan. Yakin nggak pernah pakai sendal jepit merek swallow atau converse yang palsu? Belum lagi MP3 yang ada di ponsel kita masing-masing, adalah produk palsu! Atau kalau menonton film Dhoom 3 bajakan, membeli buku bajakan, atau meng-copy diktat secara pribadi juga termasuk menggunakan fake product. Atauuu, tas dan baju keponakan yang kita belikan bergambar Frozen, Hello Kitty, Doraemon yang banyak dijual dipasarpun, jelas palsu. Atau, hijab merek zoya seharga Rp. 10.000, yakinkah itu asli? Belum lagi flip cover ponsel yang dibeli di pinggir jalan, sudah pasti nggak asli lah.. Atau, ngambil wallpaper dari google, udah nyuri tuh namanya, bukan palsu lagi :D

Tak selamanya palsu itu tak baik. Contohnya gigi palsu, bulu mata palsu, kaki palsu, rambut palsu, dll. So calm down, jangan teriak-teriak dan mengutuk segalanya palsu, yakinkan dulu diri ini apakah sudah menggunakan barang-barang asli dari ujung kaki keujung kepala ? 


2 comments:

  1. Sudah susah membedakan barang asli dan palsu dan hal itu sudah sangat bisa di miripkan. Untuk itu sebagai konsumen harus menjadi konsumen yang pintar dalam memilih produk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, wong teh celup aja skrg banyak yg dipalsukan. Dr segi rasa dan aroma nggak banget.......

      Delete