4 Tahun Indonesia Kreatif, Kamu Anak Muda Yang Mana?

  • Friday, December 07, 2018
  • By Amelia Pratami
  • 1 Comments

Indonesia, negara yang sangat indah ciptaan Tuhan ini sudah 73 tahun merdeka. Kemerdekaan ini sebuah nikmat Tuhan yang tidak bisa di dustakan. Bayangkan jika di tahun 2018 ini Indonesia masih terjajah, mungkin generasi milenial tidak bisa berkreasi dan kreatif di dunia industri kreatif.

Namun sayangnya di usia ke 73 tahun kemerdekaan Indonesia, kita masih saja menjadi negara berkembang. Indonesia masih saja menuju ke negara maju. Indonesia tidak akan maju, jika hanya mengandalkan potensi sumber daya alam seperti kayu dan minyak sebagai indikator kemajuan. Oleh karena itu Indonesia harus menggali lagi potensi apa yang bisa membantu Indonesia menjadi negara maju.

Jika di tilik ke belakang, negara Korea Selatan pun memiliki sejarah yang sama dengan Indonesia. Tapi Korea Selatan mempelajari potensi negaranya dari negara Amerika. Korea Selatan pun membuas menjadi negara dengan potensi entertain yang mendunia. K-Pops dan drama Korea adalah contoh entertain Korea Selatan yang mendunia.

Maka dari itu, Indonesia dapat belajar dari negara maju lainnya. Karena sebenarnya potensi anak muda Indonesia tidak dapat dianggap enteng. Anak muda Indonesia pun menjadi 4 diantara 7 Unicorn Asean di bidang ekonomi kreatif. Sebut saja aplikasi Bukalapak, Gojek, Traveloka dan Tokopedia merupakan perusahaan kreatif yang di build oleh bibit unggul Indonesia. Tinggal bagaimana saya dan kita, untuk membuat ekonomi kreatif semakin beranak pinak dan semain besar di Indonesia dan mata dunia.

Bayangkan jika saat ini, kita tidak memiliki aplikasi yang memudahkan kita dalam berbelanja. Kita harus keluar masuk toko untuk memilih dan mengecek harga. Dengan adanya aplikasi seperti Tokopedia dan Bukalapak, saya dimudahkan untuk membeli produk-produk yang saya butuhkan, khususnya untuk mendukung profesi saya sebagai content creator.

Bahkan, membeli secara online terasa lebih murah dibandingkan offline. Perbandingannya bisa lebih dari 50%. Seperti saat saya akan membeli tripod untuk kamera saya, saat saya membeli di offline dengan harga Rp. 250.000/pc, di toko online saya hanya membayar Rp 50.000/pc saja.

Mengapa bisa begitu? Karena jika kita berjualan offline, banyak modal yang harus dikeluarkan. Sewa toko, membayar gaji pegawai, menyetok barang, dan lain-lain. Sedangkan jika berjualan dengan online, kita hanya membutuhkan koneksi internet dan jiwa kreatif kita dalam memotret produk, memasarkan dan menjualnya. Sehingga biaya yang dibutuhkan untuk modal lebih minimal.


Selain dari segi ekonomi kreatif, Indonesia juga unggul di sektor pariwisata. Bali, Raja Ampat dan Danau Toba merupakan potensi pariwista yang tengah di kembangkan. Saat ini tengah dibangun fasilitas untuk memudahkan para pelancong untuk datang dan tidak kapok untuk kembali ke Indonesia.

Oleh karena itu, saya mulai berpikir, ingin menjadi anak muda seperti apa kedepannya?




Seperti yang Pak Andoko Darta sebagai Tim Komunikasi Presiden sampaikan di sesi Flash Blogging  4 Tahun Indonesia Kreatif Medan di Grand Aston Medan, ada beberapa tipe anak muda di Indonesia saat ini yang menjadi tonggak pilar pembangunan ekonomi di Indonesia, siapa saja?


1. Anak Muda sebagai Kreator

Yang disebut kreator adalah anak muda yang membuat sebuah karya dan menjadikannya sebuah bisnis yang menjanjikan dan menghasilkan. Sebut saja para CEO dari beberapa e-commerce, blogger, vlogger, selebgram, musisi dan lain sebagainya. 

Kreator akan membuat minatnya di bidang industri kreatif menjadi ladang bisnis yang berkembang. Seperti yang kita ketahui selama ini, blogger yang mampu merangkai kata dengan apik pun semakin di minati para pengusaha sebagai metode marketing dan metode penyampaian informasi yang cukup akurat dan bertahan lama. 

2. Anak Muda yang Peduli

Peduli merupakan nama tengah dari anak muda Indonesia. Banyak sekali relawan yang tergabung dalam berbagai komunitas dan organisasi yang tersebar untuk membantu dan menolong beberapa daerah yang terkena bencana alam. Jiwa menolong dan rela berkorban ini juga sangat penting bagi Indonesia, terutama di saat darurat bencana seperti saat ini.

3. Anak Muda yang Bekerja

Jika setelah selesai menamatkan studi lalu berniat melamar pekerjaan dan menjadi seorang pegawai, maka kamu adalah salah satu anak muda yang minatnya bekerja. Suka dengan tantagan pekerjaan dan rutinitas yang monoton merupakan ciri anak muda yang bekerja. 

Dulu saya pun bekerja di perusahaan yang cukup besar. Namun akhirnya saya mengerti kemana minat saya sebenarnya. Kemudian saya tinggalkan pekerjaan yang bukan passion saya.

Bapak Presiden Indonesia, Joko Widodo adalah salah seorang anak muda yang senang bekerja. Bekerja untuk kemajuan Indonesia dari segala sektor.

4. Anak Muda sebagai Cendekiawan

Haus akan ilmu, adalah ciri anak muda cendekiawan. Ingin terus melanjutkan studi ke jenjang berikutnya dengan atau tanpa beasiswa bukan menjadi masalah. Ilmu yang di dapatkan tentu saja akan berdampak bagi pembangunan Indonesia ke depannya.

Untuk itu pemerintah banyak menyediakan beasiswa bagi para anak muda yang haus akan ilmu demi kemajuan Indonesia di masa yang akan datang. Tinggal bagaimana anak muda Indonesia mencari dan bersaing mendapatkan beasiswa demi pendidikan yang lebih baik.

5. Anak Muda sebagai Pahlawan

Pahlawan Indonesia bukan hanya yang mengusir dan melawan penjajah. Namun juga dalam berbagai profesi, salah satunya sebagai Atlet. Tidak hanya berolahraga untuk jiwa dan raga yang sehat, tapi juga dapat mengharumkan nama Indonesia di mata dunia dari sektor olahraga merupakan prestasi yang membanggakan. Oleh karena itu pahlawan dari sektor olahraga ini mendapatkan apresiasi yang cukup besar dari pemerintahan, termasuk uang tunai jika sudah memasuki masa pensiun.

6. Anak Muda sebagai Explorer 

Hobi jalan-jalan? Ini merupakan anak muda yang senang dengan memperhatikan hal-hal yang baru. Membuka mata dengan keanekaragaman yang ada di dunia dan mencintai alam yang diciptakan Tuhan. Banyak karya yang sebenarnya bisa di buat oleh para Explorer. Membuat Vlog, menulis pengalaman perjalanan yang dilakukan sebagai referensi untuk traveler lainnya.

Peran Pemerintah dalam Membangun Indonesia dalam 4 Tahun Terakhir

Semangat membangun Indonesia juga terus di tingkatkan oleh Pemerintahan Indonesia di kurun watu 4 tahun terakir. Jika dulu selama 70 tahun listrik tidak masuk di daerah terpencil dan menurunkan ekonomi di daerah tersebut, sekarang dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, 6950 desa sudah dialiri listrik untuk kemajuan warganya.

Jalan-jalan di Papua juga semakin banyak dan mudah dilalui. Tentu hal ini akan membuat jalur distribusi lebih mudah dan murah sehingga pemerataan harga-harga bahan pokok dapat terlaksana. Begitupun ruas jalan Tol Trans Sumatera yang menghubungkan dari Aceh hingga Lampung, akan ditargetkan rampung di tahun 2019. Bisa di bayangkan bagaimana distribusi akan lebih mudah, cepat dan bebas hambatan.

Banyak dana yang di gelontorkan pemerintah untuk membantu warga yang tidak memiliki modal dan akses ke bank untuk meminjam dana segar. Dana hingga 10 juta bisa didapatkan warga dengan syarat yang berlaku.

Bagaimana dengan kita, anak muda Indonesia?

Setelah mendengar pemaparan bapak Andoko Darta di acara Flash Blogging 4 Tahun Indonesia Kreatif Medan, semangat saya semakin menggebu-gebu untuk melahirkan konten kreatif yang menghasilkan. Kehadiran Internet yang sudah sangat baik di Indonesia harus dimaksimalkan penggunaanya.


Tidak perlu muluk-muluk menciptakan e-commerce yang menjadi perusahaan raksasa di Indonesia, tapi sebagai content creator di dunia digital pun sudah menjanjikan. Lihat saja bagaimana Tasya Farasya, Rahmawati Kekeyi Putri Cantika dan beuaty vlogger dan para blogger lainnya menciptakan karya yang berguna bagi orang banyak termasuk saya dalam menyerap informasi.


Berjualan online melalui berbagai platform untuk mengurangi biaya-biaya modal di awal. Berbisnis pun bisa dilakukan mulai dari sekarang dengan modal kecil namun tetap menghasilkan.

Lalu, kamu ingin menjadi anak muda yang seperti apa?

Kenali minatmu, lanjutkan yang sudah dijalankan dengan sepenuh hati, dan sukseslah kita bersama, wahai anak muda Indonesia. 

You Might Also Like

1 comments