Persiapkan Hal-Hal Penting Ini Sebelum Pernikahan

  • Sunday, August 11, 2019
  • By Amelia Pratami
  • 0 Comments

Pernikahan adalah salah satu hal paling penting dalam hidup, terutama bagi kaum perempuan. Menikah berarti memberikan komitmen untuk hidup bersama dengan seseorang yang kita cintai, membagi suka duka, dan saling menjaga sampai akhir hayat. Tentunya banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dipersiapkan sebelum seseorang memutuskan untuk menikah dan menggelar acara pernikahannya. Maka tidak heran kalau mempersiapkan pernikahan bisa memakan waktu yang cukup lama - selain untuk mempersiapkan mental, juga mempersiapkan hal-hal lain yang akan mempengaruhi kehidupan sebagai suami istri nantinya.


Biasanya pasangan yang akan menikah adalah pasangan yang sudah saling mengenal selama kurun waktu tertentu - ada yang sudah bertahun-tahun, ada yang baru hitungan bulan. Juga ada yang menikah karena dijodohkan, atau dalam agama Islam juga ada proses ta'aruf (perkenalan) yang dimaksudkan untuk menyatukan perempuan dan laki-laki dalam pernikahan. Setelah keduanya merasa cocok, maka hubungan memasuki tahap persiapan pernikahan. Nah, tahap inilah saatnya setiap pasangan harus dapat berpikir jernih dan cermat. Kadang orang yang sedang jatuh cinta seringkali mengabaikan hal-hal kecil yang sebenarnya bisa jadi krusial. Padahal bisa jadi hal-hal kecil ini yang akan menjadi hal besar yang paling mempengaruhi pernikahan kamu nanti.


Kalau kamu pikir yang harus disiapkan sebelum pernikahan adalah gedung tempat resepsi, baju pengantin, dan katering - wah tidak sesimpel itu saja, Esmeralda. Masih banyak hal-hal yang yang harus disiapkan. Banyak orang yang hanya terfokus pada rencana acara pernikahan - bukan pada rencana kehidupan pernikahan yang tentunya akan dijalani seumur hidup. Kalau hanya untuk persiapan acara pernikahan sih bisa saja diserahkan ke wedding organizer, atau bahkan tak perlu bikin acara besar cukup akad nikah sederhana. Tapi siapa yang akan mempersiapkan kehidupan setelah menikah nanti? Tentunya sepasang pengantin baru yang akan menjalaninya. Untuk itu, simak beberapa hal yang perlu dicermati dan disiapkan sebelum kamu menikah nanti.

Siapkan dokumen-dokumen
Menikah berarti akan hidup bersama dengan pasanganmu. Untuk itu, jangan lupa persiapkan dokumen-dokumen penting seperti Kartu keluarga - yang nanti akan berubah karena kamu akan membuat keluarga baru. Kalau pasanganmu berasal dari luar negeri, atau kamu akan tinggal di luar negeri, maka kamu harus mengurus surat asal usul dan izin tinggal. Itu juga termasuk surat izin dari kepala lingkungan setempat (RT, RW , kelurahan). Apabila salah satu dari pasangan sudah pernah bercerai, maka harus ada akta cerai yang resmi. Memang urusan dokumen-dokumen ini cukup memakan banyak waktu dan energi, tapi setiap warga negara harus memiliki catatan atau dokumentasi-dokumentasi yang diakui oleh negara. 

Tentukan tempat tinggal setelah menikah
Satu hal yang harus kamu sepakati bersama pasangan adalah di mana kalian akan tinggal setelah menikah nanti. Apakah akan tinggal di rumah sendiri? Kalau iya, apakah sudah ada rumahnya? Beberapa pasangan biasanya membeli rumah secara patungan, atau salah satu sudah menyiapkan rumah tinggal. Untuk itu kamu harus mempertimbangkan bagaimana pembagian harta (karena rumah termasuk aset harta) apabila berpisah nanti. Kalau nantinya akan tinggal bersama orangtua salah satu pasangan, maka kamu harus mempertimbangkan bagaimana sikap dan kondisi saat tinggal bersama mertua nanti. Siapkah untuk hidup satu atap bersama mertua? Siapa yang akan membayar tagihan-tagihan rumah? Bagaimana sikap mertua mengenai rencana tempat tinggal ini? Hal-hal yang nampaknya sepele, tapi benar-benar akan mempengaruhi kehidupan pernikahan kamu nantinya.



Konseling pranikah
Dalam ajaran agama apapun, selalu dianjurkan untuk menikah apabila sudah siap lahir batin. Untuk itu, setiap pasangan harus menjalani konseling pranikah terlebih dahulu untuk menyiapkan mental keduanya. Ada banyak lembaga psikologi dan juga institusi agama yang bisa membantu memberikan sesi konseling bagi calon pengantin. Dalam sesi konseling ini dibahas beberapa hal krusial seperti pendapatan masing-masing dan bagaimana penggunaan dan pembagiannya, kecocokan sifat satu sama lain dan bagaimana mengatasi ketidakcocokan yang akan timbul, penyelesaian konflik rumah tangga, sampai kesepakatan dalam mendidik anak. Walaupun rasanya repot dan melelahkan, tapi justru dari sesi konseling inilah kamu akan merasakan bagaimana perasaan kamu yang sebenarnya terhadap pasangan, bagaimana seharusnya bersikap sebagai suami istri nanti, dan apakah keputusan kamu untuk menikah adalah hal yang tepat.

Perjanjian pranikah (prenuptial agreement)
Perjanjian ini dibuat oleh pasangan calon pengantin yang memuat hak-hak apa saja yang harus dilindungi selama menjadi pasangan suami istri dan ketika berpisah (karena perceraian atau kematian) nantinya. Di Indonesia mungkin perjanjian ini masih jarang, tetapi hal ini sudah lumrah dilakukan di luar negeri. Bukan karena adanya ketidakpercayaan, justru perjanjian ini bakal melindungi satu sama lain dan menguntungkan kedua belah pihak. Walaupun hal ini belum biasa dilakukan di negara kita, tidak ada salahnya jika perjanjian ini bisa menjadi pertimbangan kamu dan pasangan sebelum menikah.



Jalani tes kesehatan
Cek kesehatan secara menyeluruh (general check-up) akan membantu kamu dan pasangan untuk mengetahui ada gejala atau penyakit apa saja yang dapat ditanggulangi atau diobati. Tes kesehatan ini meliputi cek golongan darah, kadar gula, urin, jenis-jenis alergi, deteksi infeksi penyakit menular seksual, hepatitis, atau kelainan-kelainan lain yang dapat mempengaruhi kehamilan.

Siapkan asuransi kesehatan dan pendidikan
Dari tes kesehatan yang dilakukan, maka perlu diambil tindakan berikutnya yaitu mengambil asuransi kesehatan yang tepat. Penyakit bisa datang kapan saja dan tak terduga, itu sebabnya asuransi kesehatan dapat menjadi bentuk proteksi bagi diri sendiri dan pasangan di masa depan. Pasangan yang akan menikah juga biasanya mempertimbangkan untuk memiliki anak, untuk itu mereka perlu melindungi diri dengan asuransi kesehatan yang tepat agar masa depan keluarga dapat terjaga. Apabila salah satu atau kedua orangtuanya sakit dan tak dapat menghidupi keluarga, maka asuransi dapat menjadi penolong. Hal yang sama juga perlu dilakukan terhadap rencana pendidikan anak, mengingat biaya pendidikan setiap tahunnya menjadi semakin mahal. Oleh karena itu, persiapkan jaring pengaman sejak awal pernikahan.

Apabila hal-hal tersebut sudah didiskusikan dan dipertimbangkan masak-masak oleh kedua calon pengantin, berarti kalian sudah selangkah lebih siap untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Tentunya, masih banyak hal-hal lain yang harus dipersiapkan, tetapi selama ada rasa saling percaya dan keyakinan untuk hidup bersama satu sama lain, maka tidak ada alasan untuk takut membina rumah tangga yang bahagia.

You Might Also Like

0 comments